Archives for the ‘Blog’ Category

Story about the lost thing

By olly • Jan 1st, 2009 • Category: Blog

Seseorang ga bakal tau apa yang dia miliki sampai dia kehilangan ,
quotes yang diucapkan Udjo Project Pop dari movie “mengejar matahari” yang dikomandani Rudy Sujarwo ini sekarang menari-nari di benakku..
hmmm 2009…
sudah satu tahun lagi berlalu.. apa aja yang aku dapet selama 2008 ini? coba kuingat lagi..
Oiya, 2008 ini ada banyak hal yang kualami, salah satunya [...]



Great work sir!

By olly • Sep 27th, 2008 • Category: Blog

Sebuah film luar biasa dari novel yang luar biasa..
Setelah sekian lama menanti, akhirnya film ini muncul juga..
Novel Laskar Pelangi yang..
bercerita tentang hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang di negeri tercinta ini, cerita tentang kemiskinan, kesenjangan sosial, dan cerita tentang mimpi dan harapan..yang dialami oleh sekelompok orang yang terhimpit keadaan, namun tidak cengeng, tidak [...]



Lullaby For My Dear

By olly • Sep 21st, 2008 • Category: Blog

selamat malam sayang..apa kabarmu hari ini..?
beberapa malam yang lalu, purnama di langit
membuatku teringat padamu..

malam ini aku akan bercerita, tentang perasaanku, tentang bahagiaku dan tentang ketakutanku
sayang..
tahukah engkau, beberapa minggu belakangan ini, perasaanku campur aduk..
disaat kamu harus secepatnya mengejar tugas akhir untuk studimu,
disaat kamu juga harus beradaptasi dengan kehadiran kedua orang tuaku disini,
disaat kamu harus tetap mendampingi [...]



one o’clock at july 24th

By olly • Jul 30th, 2008 • Category: Blog

Not Much I can write down here..this form is too small to write about how much it mean to me, this word - “thank’s” - is too short to describe what I want to talk about. So’ll be it..
just want to say biggest thank’s to Allah, The Almighty.. I know You love me, really really [...]



So, where is the movie

By olly • Jul 21st, 2008 • Category: Blog

Oke, kali ini bukan cerita mengenai sinetron yang semakin lama semakin bervariasi saja ketidakbermutuannya, bukan juga cerita tentang acara show ini-show itu dengan vote yang semakin aneh metodenya..dipandu pembawa acara yang sepertinya memandang juling kesetaraan gender sehingga menjadi apa yang bukan kodratnya bukan demi pilihan hidup, tapi demi rupiah.. sudah lelah, bukan itu yang akan [...]



Secangkir Kenikmatan, itu saja

By olly • Jul 7th, 2008 • Category: Blog

Aku salah satu orang yang terjebak dalam kenikmatan kopi, ya kopi,
minuman yang mengandung zat alkaloid pahit tak berbau yang ditemukan Dr. Duvour pada tahun 1685 - yang kemudian lebih dikenal dengan kaffein - telah sekian lama menemaniku dan sepertinya membuatku lebih mudah berkonsentrasi jika menghirupnya.

Sejarah mencatat revolusi ilmu pengetahuan dan perubahan sistem sosial politik Internasional terjadi sekitar abad ke-17 dan 18, abad yang sama ketika kopi mulai menyebar luas di benua Eropa.

Malam ini ingin kutulis sedikit cerita mengenai cairan hitam pekat yang sempat mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia selama lebih dari seratus tahun.

Coffea Arabica, merupakan jenis kopi pertama yang juga merupakan kopi dengan kualitas terbaik di dunia, awalnya hanyalah spesies tanaman liar di Benua Hitam, Afrika tepatnya di daerah hutan Ethiopia yang sering dikonsumsi oleh penduduk lokal sebagai obat untuk meningkatkan kesegaran tubuh, kopi kemudian menyebar melalui penjajahan dan sistem perdagangan hingga sampai ke seluruh dunia.
Jenis ini disebut Coffea Arabica karena budi daya kopi ini pertama kali dilakukan oleh orang-orang di semenanjung Arab sekitar abad ke-6. Pada masa itu, di Arab, membawa biji kopi yang belum disangrai keluar wilayah, dapat mengakibatkan anda kehilangan kepala, ya, kepala. Hukuman mati bagi siapa saja yang mencoba membawa keluar biji kopi untuk ditanam.
Kopi adalah tanaman tropis, daerah ideal tempat tumbuhnya adalah sekitar 1.000 meter diatas permukaan laut. Coffea arabika masuk ke Indonesia sekitar tahun 1696, dan tidak lama setelah dibudidayakan di Indonesia, tepatnya sekitar tahun 1707, empat ratus kilogram kopi jawa terbaik dilelang di Eropa dan mencetak rekor lelang fantastis di masa itu. Hingga tahun 1878, kopi dari Indonesia selalu menjadi yang terbaik di dunia, tepat di bawah kopi Yaman atau Coffea Arabika.

Dibalik pahitnya rasa kopi, terkandung jutaan - si Cubi bilang pasti aku berlebihan - aroma yang dapat menceritakan banyak rasa di dalamnya.
Kopi merupakan spesies yang sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, aroma tanah, keasaman, aroma tanaman di sekitanya, ruangan tempat penyimpanan dan bahkan asap rokok ketika kita meminumnya
- that’s why I quit smoke for a while when I decided to enjoying and not just drinking my coffee (unfortunately it’s just for a while) - akan berpengaruh terhadap kopi.
kopi Indonesia terasa kental sekali dengan aroma tanah dan wewangian herbal, cobalah kopi sumatra atau kopi jawa yang baru digiling, seduh dengan air panas, gula secukupnya, hirup aromanya perlahan, perlahan sekali namun sampai dalam..sampai benar-benar dalam, baru kemudian diseruput keras-keras dalam dosis yang sedikit, slrrpp… tambahkan sedikit kayu manis apabila anda menginginkan aroma yang bervariasi… feel it hmm.. rasakanlah betapa beruntung seharusnya orang Indonesia.
Dua jenis kopi ini memang merupakan favoritku, mulai dari menemaniku bemain dengan piksel dan gamut warna, sampai ketika aku melongo bengong sendirian di bandara, sayang perusahaan yang mengolahnya dengan baik sampai ke proses pengemasan dan penjualannya bukan milik orang-orang negaraku sendiri.

Ya, itulah kopi, memiliki sejarahnya sendiri, memiliki penggemarnya sendiri, dan memiliki rasanya sendiri. Oiya lupa, kopi juga memiliki orang-orang seperti si Cubi yang tidak pernah membenci kopi secara khusus namun memang takdir membuatnya tidak bisa bergaul dengan kopi secara intim - lebih mudah dijelaskan dengan kalimat “alergi kafein” -
Sejarah dan beberapa fakta diambil dari koleksi pribadi “a passion of coffee” yang ditulis oleh mbak Diyah Triarsari (best regards miss..), sisanya pengalaman sendiri dalam menikmati kopi dari hari kehari.



Another ordinary day

By olly • Jul 1st, 2008 • Category: Blog

terbangun - 08.00 am - buru-buru - melakukan segala persiapan seadanya - berangkat ke kantor - hidupkan komputer - kerja - browsing - kerja -browsing - browsing -browsing -donlod - kerja - chatting - chatting - chatting - browsing - lupa kerja - lupa makan - 04.50 - balik dari kantor - menuju si Cubi - ada janji nganterin dia meeting - ninggalin cubi - circle k, ambil duit - seorang juru parkir, mungkin 40 tahun - sempoyongan berjalan bersisian - tercium aroma vodka - berjalan terus - menuju seorang anak muda - smp mungkin, tak pasti - berdandan ala rocker - menjulurkan botol tipis - putih transparan - anak muda menerima - buka tutupnya - meneguknya, seperti haus - seperti lelah - seperti muak - seperti bersalah - masuk ke atm, ambil duit - nyari coffeeshop - duduk terdiam menatap secangkir kopi sambil jemari mengetuk tuts keyboard dalam irama yang aneh..

sms alert di ponsel - memaksa untuk di baca - sebuah sms dari bunda - “sudah bemaghrib kah nak?”



Ternyata mereka hebat

By olly • Jun 12th, 2008 • Category: Blog

Berangkat dari kenyataan, coba kita hitung sejenak, kalau malas menghitung bayangkan saja lah, berapa banyak total mahasiswa yang ada di UII, ambil seperlimanya saja yang menjalankan KKN, berapa banyak itu?

-banyak sekali-

Sekian banyak orang itu dilayani oleh sebuah lembaga yang mungkin hanya terdiri dari beberapa orang yang bertanggung jawab terhadap proses KKN anda, mulai dari pendaftaran, persiapan, pembekalan, penerjunan, sampai penilaian. hebat kan?

Kalau anda pernah dijawab dengan ketus oleh mereka itu pasti satu diantara sejuta, sabarlah karena mereka juga manusia yang setiap harinya -maaf kalau saya salah tulis, ’setiap hari’ atau seharusnya saya tulis, ‘kadang-kadang’- berurusan dengan mahasiswa.

Tidak usah ngotot kepada mereka, mereka juga kelelahan karena banyak sekali yang harus mereka kerjakan, cobalah anda sebagai mahasiswa memikirkan betapa banyak hal yang harus mereka lakukan, banyak kan?

Apabila anda datang ke kantor mereka, mereka selalu menyambut dengan ramah, tidak pernah mereka menyambut anda dengan wajah acuh tak acuh, menjawab anda berbicara sambil membaca koran, menatap anda sekilas kemudian kembali sibuk dengan hapenya, mendiamkan anda - yang baru menaiki lantai 3 saja sudah mengeluh kelelahan’, membuat anda menunggu sekian jam hanya untuk mendapatkan ucapan ‘maaf mas nilainya belum bisa keluar sekarang, mungkin nanti sekitar jam 3′.
Itu sebabnya maka anda haruslah menjadi orang yang benar-benar sabar, harus bisa menahan diri ketika mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan agak tegas ketika berurusan dengan mereka.